Mengamalkan Islam secara menyeluruh

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata.” (al-Baqarah : 208)

1. Sentiasa memperbaharui iman,
Sabda Rasulullah SAW, “Perbaharuilah iman kalian, lalu beliau ditanya, ‘bagaimana cara memperbaharui iman kami wahai Rasulullah?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Perbanyaklah mengucapkan laa ilaaha illallaah (tiada tuhan selain Allah)” (HR.Ahmad)

2. Menunaikan perkara-perkara fardhu yang lainnya seperti puasa, membayar zakat, menunaikan haji.

Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda (yang artinya), “Islam dibangun atas 5 perkara”.

a. “Syahadat (persaksian) bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”
Yaitu tiada sesembahan yang benar selain Allah dan wajib menaati Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dalam agama Allah ini.

b. “Dan menegakkan Sholat.”
Yaitu menegakkan Sholat dengan menunaikan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, dan khusu’ di dalamnya.

c. “Memberikan Zakat.”
Zakat wajib bagi seorang muslim bila ia memiliki 85 gram emas atau uang yang senilai dengannya dalam masa kepemilikan 1 tahun. Besar zakat ini adalah 2,5 %.Adapun zakat selain dalam bentuk uang mempunyai ukuran tertentu (tidak dibahas disini -pent).

d. “Dan haji ke Baitullah.”
Haji ini bagi orang yang mampu menunaikannya.

e. “Berpuasa di bulan Ramadhan.”
Puasa adalah mencegah diri dari makan minum dan seluruh perkara yang membatalkannya dari fajar sampai tenggelam matahari disertai dengan niat puasa. (Hadits Mutafaqun ‘Alaih)

f. Melakukan perkara-perkara sunat.
Contohnya bersedekah, infaq dan wakaf, menunaikan solat sunat, puasa sunat.

3. Membaca Al-Quran, mempelajarinya serta mengajarnya.
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain”. (HR Bukhari no : 4739)

4. Memelihara akhlak sebagai umat Islam dengan mencontohi keperibadian Rasulullah SAW.

Contohnya dalam berpakaian, bercakap dan bersikap.

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu sebaik-baik teladan bagi kamu (untuk diikuti) iaitu bagi orang yang mengharapkan (keredhaan) Allah dan (kemuliaan hidup) di akhirat dan orang yang banyak mengingati Allah”. (Surah al-Ahzab : ayat 21)

5. Melaksanakan tanggungjawab sebagai anak kepada ibu bapa.
“Siapa berbakti kepada ibu bapanya maka kebahagiaanlah buatnya dan Allah (SWT)akan memanjangkan umurnya.” (Riwayat Abu Ya’ala, at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim)

6. Menjaga hak dan hubungan sesama jiran tetangga.
“Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman. Sahabat bertanya: “Siapakah (yang tidak beriman itu) ya Rasulullah?. Rasulullah SAW menjawab : Orang yang menyebabkan jirannya tidak merasa aman (selamat dan tenteram) lantaran kejahatannya.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

7. Memperbanyakkan Zikrullah.
Firman-Nya: “(iaitu) orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah (SWT). Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah (SWT) hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28)

8. Dakwah bil lisan dan bil hal.
“Dan hendaklah ada dikalangan kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada makruf dan mencegah daripada yang mungkar, merekalah orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 104)

9. Ekonomi, hak sosial, pendidikan, perubatan, ummah (Perkara Fardhu Kifayah)

10. Memelihara hak diri seperti menjaga kesihatan, mempelajari ilmu dunia dan akhirat (wajib)
Firman Allah mafhumnya “Allah telah mengangkat darjat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang yang berilmu pengetahuan dengan beberapa darjat.” (Al-Mujadalah: 11)

Dari Abu Hurairah ra.anhu , dari Nabi Muhammad Saw, sabdanya, “lima perkara dari ( peraturan-peraturan kebersihan ) yang dituntut oleh agama iaitu, berkhatan, mencukur bulu ari-ari, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan menggunting misai.. “. hadis sahih muslim

11. Menjaga hak alam, seperti menjaga kebersihan, memulihara alam.
“Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan segala yang membawa kebaikan padanya, dan berdoalah kepadaNya dengan perasaan bimbang (kalau-kalau tidak diterima) dan juga dengan perasaan terlalu mengharapkan (supaya makbul). Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang memperbaiki amalannya.” (Surah Al-A’raf : Ayat 56)

12. Menyayangi saudara seagama, seakidah.
Di dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w bersabda: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Nabi s.a.w bersabda: “Sesiapa yang mengacukan kepada saudara Islamnya dengan sebarang senjata yang membahayakan maka sesungguhnya Malaikat akan melaknatnya, sekalipun yang diacukan kepadanya itu saudaranya yang seibu sebapa.”
(Abu Hurairah r.a)

13. Bertawakkal kepada Allah SWT
Sentiasa berserah diri kepada Allah SWT atas apa jua pekerjaan yang kita lakukan.
“Barang siapa bertawakal kepada Allah (SWT), nescaya Allah (SWT) mencukupkan (keperluannya).” (At-Thalaq: 3)

Disusun oleh: Murabbiy

This entry was posted in Akhlak, Ibadah and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s